“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau karena perempuan yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tujukan.”

Sabtu, 04 April 2015

KEUTAMAAN TILAWAH ALQUR'AN DAN MENGKHATAMKANNYA

MUQADIMAH
  • Al Qur’an adalah Kitab Suci yang merupakan sumber dan pertama ajaran Islam, yang menjadi petunjuk kehidupan umat manusia, dan diturunkan Alloh SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu rahmat yang tiada taranya bagi alam semesta. 
  • Didalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman, dan pelajaran bagi siapa saja yang mempercayai serta mengamalkannya.
  • Merupakan Kitab Suci terakhir yang diturunkan Alloh SWT, yang isinya mencakup segala pokok-pokok syariat yang terdapat dalam Kitab-Kitab Suci sebelumnya.
  • Al Qur’an adalah sebaik-baik bacaan bagi orang mu’min. Bukan hanya merupakan amal dan ibadah yang sangat mulia yang pahalanya berlipat ganda, tetapi juga menjadi obat dan penawar bagi orang yang gelisah jiwanya. 
  • Kisah seseorang yang datang dan meminta nasehat kepada sahabat Rasulullah SAW, Abdullah Ibnu Mas’ud karena jiwanya yang gelisah, pikirannya kusut, makan tidak enak, dan tidurpun tidak nyenyak.
  • Nasehat Ibnu Mas’ud : “ Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi 3 tempat, yaitu ke tempat orang-orang yang membaca Al Qur’an, engkau baca Al Qur’an atau engkau dengar baik-baik bacaannya. Atau engkau pergi ke Majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Alloh. Atau engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, disan engkau berkhalwat menyembah Alloh, meminta dan memohon kepada Alloh ketenangan jiwa, ketentraman pikiran dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, engkau minta kepada Alloh agar diberi-Nya hati yang lain, sebab hati yang kamu pakai itubukan lagi hatimu.”

KEUTAMAAN TILAWAH AL QUR’AN
  • Rasulullah SAW bersabda : “Ada dua golongan manusia yang sungguh-sungguh orang dengki kepadanya, yaitu orang diberi oleh Alloh Kitab Suci al Qur’an kemudian dibacanya siang dan malam, dan orang yang dianugerahi oleh Alloh kekayaan harta, siang dan malam kekayaan itu digunakannya untuk segala sesuatu yang diridhoi Alloh SWT.”
  • Itu merupakan 2 rasa iri / hasad yang diperbolehkan dalam Islam.
  • Berikut ini akan kita bahas secara singkat mengenai keutamaan tilawah (membaca) Al-Qur’an dan Ahdaf (tujuan) membaca Al-Qur’an.

  • 1. Al-Qur’an adalah Kalamullah
  • a. Kitab yang Mubarak (diberkahi)
  • Allah SWT berfirman,
  • وَهَٰذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ﴿٩٢﴾
  • “Dan Ini (Al-Qur’an) adalah Kitab yang Telah kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.” (QS. Al-An’am (6) : 

  • b. Menuntun ke jalan yang lurus.
  • Allah SWT berfirman,
  • إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا﴿٩﴾
  • “Sesungguhnya Al-Qur’an Ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’ (17) : 9)

  • c. Tidak ada sedikit pun kebatilan di dalamnya
  • Allah SWT berfirman,
  • لَّا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ ۖ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ﴿٤٢﴾
  • “Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (QS. Fushshilat: (41

  • 2. Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
  • Rasulullah SAW bersabda:
  • خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
  • “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” (At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan, hadits hasan shahih).
  • Dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang mempelajari Kitabullah, kemudian mengamalkannya, maka Alloh akan menunjukinya dari kesesatan, dan akan dipeliharanya pada hari kiamat dari siksa yang berat.”

  • 3. Al-Qur’an akan menjadi syafi’ (penolong) di hari Kiamat.
  • Rasulullah SAW bersabda,
  • اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
  • “Bacalah Al-Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat.” (Muslim dari Abu Umamah).

  • 4. Beserta para malaikat yang mulia di hari Kiamat.
  • Sabda Nabi SAW,
  • الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
  • “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik dan orang yang membaca Al-Qur’an  dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala.”  (Muttafaq Alaih dari Aisyah ra.)

  • 5. Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an.
  • Sabda Nabi SAW,
  • مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ
  • “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, aromanya harum dan rasanya nikmat. Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya dan rasanya manis. Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur’an bagai raihanah (semacam bunga kenanga), baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an bagai buah handzalah (antawali), tidak ada buahnya dan rasanya pahit.” (Muttafaq Alaihi)

  • 6. Penyebab terangkatnya derajat suatu kaum.
  • Sabda Nabi SAW,
  • إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
  • “Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula” (Muslim dari Umar bin Khatthab).

  • 7. Turunnya rahmah dan sakinah
  • Sabda Nabi SAW,
  • مَا مِنْ قَوْمٍ يَجْتَمِعُونَ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَقْرَءُونَ وَيَتَعَلَّمُونَ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمْ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمْ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
  • “Tidak ada satu kaum yang sedang membaca, mempelajari, dan mendiskusikan kitab Allah, kecuali para malaikat akan menaungi mereka, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada makhluk yang ada di sisi-Nya.” (Ahmad dari Abu Hurairah).

  • 8. Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
  • مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
  • “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan), dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh. Aku tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi alif satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (At-Tirmidzi)

  • 9. Bukti hati yang terjaga/melek.
  • Rasulullah SAW bersabda,
  • إِنَّ الَّذِي لَيْسَ فِي جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنْ الْقُرْآنِ كَالْبَيْتِ الْخَرِبِ
  • “Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah rusak.” (At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
  • Dari Hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Anas r.a, Rasulullah SAW bersabda, “ Hendaklah kamu beri nur (cahaya) rumah tanggamu dengan shalat dan dengan membaca Al Qur’an.”
  • Dalam hadits lain dari Anas r.a, Rasulullah SAW bersabda, “ Perbanyaklah membaca Al Qur’an dirumahmu, sesungguhnya di dalam rumah yang yang tidak ada orang yang membaca Al Qur’an, akan sedikit sekali dijumpai kebaikan dirumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.” 

AHDAF ( TUJUAN) TILAWAH AL QUR’AN
  • 1. Ibadah
  • Allah SWT berfirman,
  • وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ﴿٥٦﴾
  • “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyat: 56)
  • Allah SWT berfirman
  • لَيْسُوا سَوَاءً ۗ مِّنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ آيَاتِ اللَّهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ﴿١١٣﴾
  • “Mereka itu tidak sama; di antara ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).” (QS. Ali Imran: 113)
  • 2. Tsaqafah
  • Allah SWT berfirman,
  • وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ﴿٨٩﴾
  • Dan kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An Nahl: 89)

MENGKHATAMKAN AL QUR’AN
  • Di dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, Imam Al Ghazali mencatat beberapa hadits dan riwayat mengenai pembacaan Al Qur’an sampai khatam. Di gambarkannya bagaimana para sahabat dengan keimanan dan keikhlasan hati, berlomba-lomba sampai khatam, ada yang khatam dalam sehari semalam saja, bahkan ada yang khatam 2x dalam sehari semalam, dst. 
  • Di dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah SAW menyuruh Abdullah Ibnu Umar utntuk mengkhatamkan Al Qur’an sekali dalam seminggu. Begitulah para sahabat seperti Utsman, Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, Ubbay bin Kaab, telah menjadikan wiridnya untuk mengkhatamkan Al Qur’an pada setiap hari Jum’at.
  • Adapun mereka yang mengkhatamkan dalam seminggu, Al Qur’an itu dibagi tujuh, menurut pembagian yang sudah diatur. Misalnya seperti pembagiannya Ibnu Mas’ud. Hari pertama 3 surat, hari kedua 5 surat, hari ketiga 7 surat, hari keempat 9 surat, hari kelima 11 surat, hari keenam 13 surat, dan hari ketujuh sisa surat sampai khatam.
  • Di samping itu, ada juga diantara para sahabat yang membaca Al Qur’an sampai khatam dalam sebulan, untuk memperdalam penyelidikannya mengenai maksud yang terkandung didalamnya.

  • FADHILAH  MENGKHATAMKAN  AL QUR’AN
  • A. Di Dunia
    • 1. Ketenangan jiwa
    • 2. Rezeki yang terbaik
    • 3. Hati yang sensitive, empati
    • 4. Naungan dari malaikat.
  • B. Di akhirat
    • 1. Mendapatkan rahmat Alloh SWT
    • 2. Menjadi hamba yang dibangga-banggakan ( dihadapan makhluk lain)
    • 3. Mendapatkan syafaat
    • 4. Terangkat kedudukannya di surge
    • 5. Mengangkat derajat orang tua di akhirat
    • 6. Mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Referensi: Riyadhush Shalihin dan terjemahan Al Qur’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar